Judul : MATA AIR KETELADANAN SUKARNO BELIA
Penulis : Mi’raj Dodi Kurniawan
Desain Sampul: Rachmayadi
Tata Letak : Askalin
Penyunting : Muhammad Jaruki
Tahun terbit : 2018
Penerbit : Badan Pengembangandan Pembinaan Bahasa
Jalan Daksinapati Barat IV Rawamangun
Jakarta Timur.
Ringkasan :
Sukarno, setelah berumur 27 tahun,
ia sudah menjadi orang yang berkepribadian matang
dan siap berjuang untuk bangsa dan negara. Dalam
hitungan windu (perdelapan tahun), Sukarno membagi
perkembangan kepribadiannya ke dalam tiga tahap.
Kesatu, sampai dengan umur 8 tahun (1901-1909)
ialah masa pemikiran kanak-kanak. Jadi pada umur itu,
pemikirannya seperti anak-anak kecil umumnya. Kedua,
umur 9 sampai 17 tahun (1910-1918) merupakan masa
pengembangan. Tahun 1927, Sukarno mulai mendirikan Partai Nasional Indonesia
(PNI). Namun, tahun 1929, ia ditangkap dan dipenjara
akibat dianggap memberontak kepada pemerintah
kolonial Belanda. sidang BPUPKI tanggal 1 Juni
1945, Sukarno mengemukakan istilah Pancasila. Isinya
mirip, tetapi tidak persis sama dengan isi Pancasila
yang kita kenal sekarang. Di samping itu, Sukarno pun
menggagas semboyan Bhinneka Tunggal Ika (berbeda-
beda tetapi tetap satu). Tanggal 7 Agustus 1945, BPUPKI dibubarkan
dan diganti dengan Panitia Persiapan Kemerdekaan
Indonesia (PPKI). Berdasarkan berbagai pertimbangan, Sukarno dan
Mohammad Hatta akhirnya setuju bahwa Indonesia
merdeka akan diproklamasikan hari Jumat, 17 Agustus
1945. Mereka pun menyusun teks proklamasi, lalu atas
nama bangsa ini, keduanya menandatangani naskah
proklamasi kemerdekaan.
Kelebihan:
Kelebihan buku ini adalah memberitahukan kepada pembaca bahwasanya
Soekarno telah berjasa dalam kemerdekaan Indonesia. Soekarno adalah orang yang memiliki berkepribadian matang dan siap berjuang untuk bangsa dan negara.
Kekurangan:
Kekurangan buku ini kurang menjelaskan tentang dimana latar tempat dan di mana tempat kelahiran soekarno. Latar belakang Soekarno pun tidak di jelaskan.
Saran:
Sebaiknya di tambahkan lagi tentang latar belakang dan dimanakah kelahiran beliau, agar para pembaca dapat mengenal lebih dekat tokoh Soekarno tersebut.
Komentar
Posting Komentar